Sosok dirimu hadir lagi.
Aku masih ada disini, dan kamu juga masih berdiam di tempatmu. Kita tak pernah bersama lagi. Sejak kata 'berpisah' keluar lewat kata-kata dari message-mu. Aku berkata "iya" padahal sebenarnya dalam hatiku aku berkata "jangan". Tapi apa mungkin? Aku yang memintamu agar tetap tinggal bersamaku. Rasanya itu mustahil akan ku lakukan. Aku kira, aku sudah bisa melupakan dirimu. Tapi nyatanya tidak. Kamu masih sering muncul dalam otakku, membayangi pikiranku, dan aku sendiri tetap menggandrungi sejak awal aku menyukaimu.
Sosokmu masih sering terlihat mataku, tiap aku mencoba melupakanmu, kamu selalu ada, seakan aku harus selalu mengingatmu. Entah itu lewat jejaring sosial atau secara langsung.
Kamu kadang mampir dimimpiku. Kamu selalu buatku merasa bersalah, atas semua ke-egois-an yang telah aku lakukan kepadamu saat itu.
Kamu, kamu, kamu, cuma kamu, yang hadirkan kesan di setiap waktuku bersamamu.
Aku mungkin, bodoh. Karena ku tahu cintamu selamanya hanya untuk 'dia'. Tapi kenapa aku masih mengharapkanmu? Masih menginginkanmu kembali? Kenapa tidak mantan-mantanku yang lainnya.
Aku sebenarnya telah mendapatkan penggantimu. Tapi tetap saja sosokmu datang lagi. Menaungi setiap jengkal urat nadiku. Pernahkah kamu merindukanku? Atau, setidaknya.. sedikit saja memikirkan diriku? Seharusnya saat itu aku tidak menerima cintamu, kalau saja aku bisa berpikir lebih jauh. -_-
Inginku, suatu saat nanti kita bisa mengulang kembali cerita cinta kita. Dan aku sangat berharap, kamu tidak pernah lupa dengan kenangan-kenangan singkat kita kala itu. Entah itu penting atau tidak, aku selalu mengaharapkannya.
I still missing you, and I still waiting for you :))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar