Jumat, 21 Oktober 2011

Gak penting sih-_-

Setelah cukup lama kita ngikut-ngikutin gaya ngomongnya Syahrini yang "Alhamdulillah yah" atau "Sesuatu!" kini kita dihebohkan lagi oleh kata-kata dari pelawak senior kita. Lewat iklan XL. Tukul Arwana. Yahh di selalu menjadi trendsetter of words bagi kita. Hahaha, gimana enggak? dulu kita pernah dihebohkan dengan kata-katanya seperti "Kembali ke Laptop" juga menyihir masyarakat. Sekarang ia membuat heboh lagi dengan kata NDESOnya.

Sejak beberapa minggu terakhir kita di suguhi sebuah iklan kartu seluler yang sudah sangat familiar dengan kita dari salah satu provider terkenal. Untuk bisa menembus target penjualan, setiap produsen selalu menggunakan artis terkenal agar bisa menarik sebanyak - banyaknya orang untuk membeli produk mereka. Dari artis sinetron, model juga penyanyi. Dengan berbagai ragam ilustrasi agar selalu menarik tentunya.

Dia begitu terkenal sejak menjadi pembawa acara di sebuah stasiun TV swasta yang tentunya kita sudah tahu semua acara tersebut, meskipun sempat di protes tapi acara itu hanya berganti sedikit namanya, namun pada dasarnya isinya masih tetap sama. Dia telah menjadi salah satu figur yang mudah di kenali dengan tingkah yang orang sering sebut norak, katro dan juga ndeso.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kata Ndeso berasal dari kata desa tapi dalam hal ini kata ndeso lebih mengacu ke arti sifat, yaitu sama saja dengan kampungan. Tukul Arwana sering sekali menyebutkan kata - kata itu dalam membawakan acaranya yang di kemas sedikit komedi dan akhirnya kata - kata itu melekat sekali dengan diri dia yang orang sebut, bahwa meskipun wajah Ndeso tapi rejeki kutho. Artinya bahwa meskipun kampunagn tapi rejekinya tetep melimpah layaknya orang kota.
Kembali pada iklan yang sekarang tayang, dalam iklan tersebut menggambarkan seorang yang tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik kemudian Tukul dengan nada sedikit tinggi mengucapkan “Ndeso“. Kalau tidak salah sampai tiga kali. Menurut saya, kata itu menggambarkan betapa kata Ndeso bermakana bahwa orang desa adalah kalangan yang tidak tahu apa - apa, bodoh, gaptek dan lain - lain yang mencerminkan ketertinggalan di banding dengan masyarakat kota.
Sebagai orang yang juga berasal dari sebuah desa, lahir dan di besarkan di desa, saya merasa bahwa kata Ndeso yang di selipkan dalam iklan tersebut menyudutkan orang - orang desa. Mereka dianggap tidak tahu apa - apa, kuper dan lain sebagainya yang jauh dari teknologi modern. Padahal kalo kita mau melihat lebih jauh, tidak seburuk itu keadaan orang - orang yang tinggal di desa. Banyak dari mereka yang berpendidikan tinggi, mengenal dan bahkan ahli di bidang ilmu pengetahuan, tak sedikit pula mereka menjadi orang yang berhasil. Mereka bukanlah masayarakat tertinggal yang tak tahu apa - apa seperti yang di gambarkan dalam iklan tersebut.
Kalau boleh jujur, justru di bandingkan dengan masyarakat perkotaan, mayarakat yang tinggal di desa lebih berbudi, labih tahu adab dan tata krama. Mereka masih menjunjung apa arti kebersamaan, sopan santun dan tolong menolong, jauh dari masyarakat kota yang lebih bersikap individualis.
Sekali lagi, apa yang di gambarkan dalam iklan kartu seluler itu, seakan merendahkan orang kecil dan orang desa yang di anggap tidak tahu apa - apa tentang kecanggihan teknologi modern. Tak selamanya jadi orang desa itu memalukan, karna justru di desa kita lebih bisa mengerti apa arti hidup bermasyarakat, tepo sliro (tenggang rasa) dan juga saling menghargai.

1 komentar:

  1. setuju deh den sama postingan yang ini :D

    padahal orang kota juga kadang lebih norak dari orang desa sekalipun.

    BalasHapus