Entah, ini sudah keberapa kalinya aku membuat notes. Yang pasti isi dan tujuannya adalah tentang KAMU.
Berawal dari ketidak tahuanku, dan ketidak tahuanmu. Kita sama-sama dipertemukan oleh jejaring sosial Facebook. Hahaha. Ini konyol, aku menambahkanmu sebagai teman karena kamu kakak kelasku. Padahal yaah, aku belum tahu kamu itu yang mana, maklum aku baru jadi murid di SMA favorit itu. Dan aku tidak terlalu memperhatikanmu.
Add as Friend → Confirm → selesai.
Entah tanggal berapa ditahun 2011 aku membuat status tentang mantan dari pacarku. Yang intinya aku tidak suka dengan gayanya. Haha she's like a bitch.
Dan pada saat itu juga, kamu mengomentari statusku itu! PERTAMA KALINYA.
Biasa saja. Itu yang pertama kurasakan, seperti sebelum-sebelumnya. Waktu orang lain mengomentari statusku.
Status terbaruku lainnya.
Kamu mengomentarinya lagi, mungkin kamu tahu kalau aku adalah adik kelasmu. ☺
Kita disitu saling balas membalas komenan. Saling tanya menanya, bercanda. Jujur, aku senang bisa berkenalan dengan kakak kelasku.
Disitu aku mulai mencari info-info tentangmu. Dan berhasil!
Kamu adalah anak kelas 12 ✓
Kamu teman sekelas dari kakak sepupu sahabatku ✓
Aku tahu nama aslimu siapa ✓
Terkesan sangat ambigu. Hahaha.
Lanjut, kita juga makin dekat dan akrab dari komenan-komenan kita disana. Aku memanggilmu, mas !*#?@. Aku tahu kamu bingung darimana aku tahu nama aslimu, aku bilang, aku cuma nebak aja :)
Padahal sebenarnya aku sudah mengantongi beberapa informasi tentang dirimu saat itu.
Tepat pada satu hari dimana kamu minta nomor handphoneku. Yeah! Aku seneng banget. Dan malam-malamku kulalui dengan ber-smsan ria denganmu.
Di sekolah,
Saat itu aku masih kelas 10. Dan baru masuk sekolah itu sekitar 7 bulan. Aku beberapa kali bertemu sosokmu disana, berharap kamu juga mengenali aku.
Lambat laun waktu berjalan tumbuh rasa yang aku sudah tahu itu apa. Tapi aku diam saja, memendam dan hanya membicarakannya pada sahabat-sahabatku.
Emm iya, kamu belum tahu aku yang mana kan? Meskipun kita sudah sering smsan tapi aku belum berani menyapamu lebih dulu. Aku janji, aku akan mendukungmu saat kamu tampil di pensi sekolah kita tanggal 19 Februari 2011 nanti. Dan kamu akan tahu aku.
19 Februari 2011, Gedung Senkuko
Aku belum melihatmu. Padahal kamu tahu? Sehari tanpa melihat wajahmu itu sama seperti sehari menahan kencing :D. Huehehehe.
Aku nekat! Sms kamu duluan, padahal biasanya kamu yang sms aku dulu.
Smsku waktu itu..
Aku: "kamu gak ke senkuko tah mas?"
Dia: "iya kesana dek, tp paling agak siangan cz aku mainnya siang"
Aku: "oh, makanya aku gak liat kamu. Jam berapa kesini?"
Dia: "paling jam 11an"
Jam 10.30 kamu sudah mulai kelihatan. Dan pandanganku gak pernah berpaling darimu. Suer!
Kesana kesini, mataku ngikutin kamu. Gak pernah mau kehilangan sosokmu sedetikpun.
Mondar-mandir kesana-sini, yaitu kamu :) gak pernah bisa diam. Dan tepat saat itu kamu duduk di depanku! Aku pengen banget nyapa. Tapi lagi-lagi keberanianku dikalahkan ketakutanku.
Setelah kamu pergi, aku baru berani sms kamu lagi.
Aku: "eh tadi kamu duduk didepanku kamu gak tau?"
Dia: "loh iya tah dek? Gak tau aku beneran. Gitu gak nyapa."
Aku malu....
Sekitaran jam 1 kamu mulai naik ke atas panggung, sesuai janjiku aku bakalan ndukung kamu. Aku ikut di gerombolan anak lagi-laki sebelah panggung. Sebenarnya aku malu, aku sendiri yang cewek disitu. Akhirnya aku mengajak Dina, temanku.
Kita sempet tertawa-tawa, karena mic yang kamu pegang jatuh huahahaha. Sumpah kalo inget itu aku jadi senyum-senyum sendiri.
Pertama kamu menyanyikan lagu "KAU" yang beraliran punk, kesukaanmu. Aku tahu lagu itu, tapi gak hafal. Pokoknya ikut jingkrak-jingkrak.
Lagu kedua, "Equality". Aku kaget ternyata selain bisa nyanyi, main gitar, kamu juga bisa mainin harmonika! Salut. Nambah lagi kekagumanku sama kamu. Aku lupa kalo waktu itu aku sudah punya pacar. Bahkan aku pun gak menggubris meskipun dia, sms, telfon. Otakku sudah terisi kamu.
Waktu kamu nyanyiin Equality aku dan Dina ikut bernyanyi, maklum kita sudah hafal betul dengan lagunya karena di kelas kami teman-teman sudah sering menyanyikannya.
Dengan tanpa malu aku beberapa kali mengambil gambarmu dengan handphone Sony Ericssonku. Hahaha kalo diinget-inget sekarang malu bangeeeet.
Kamu yang di atas panggung mendekati gerombolan kita yang ada di bagian pinggir. Sambil memberikan mic agar kita ikut bernyanyi. Bodohnya, Dina memanggil-manggil namamu sampai kamu menoleh ke arah kita dan Dina menunjuk-nunjuk ke arahku agar kamu tahu kalo aku yang selama ini smsan sama kamu.
Seneng banget campur malu banget. Jadi apa yaa? Hahaha.
Capek loh habis jingkrak-jingkrak. Tapi puas udah bisa nunjukin diriku yang sebenernya. ☺
Hapeku getar, sms dari kamu!!
#kaget
Dia: "aku skrg di tangga dek, km sinio"
Aku: "sudah tau aku kan mas?"
Dia: "udah, sinio selak aku pulang"
Aku: (bingung)
kata temen-temen sana aja, daripada nyesel.
Oke aku nurut mereka, aku kebawah nemui kamu. Sumpah rasanya campur aduk, baru pertama kali ngobrol sama kamu!
Malemnya, gara-gara kecapekan aku langsung tidur, hape aku charge dalam keadaan mati.
Besok nya, banyak banget sms yang masuk. Dan dua diantaranya adalah smsmu. Sumpah aku seneng banget!
Hari itu Minggu 20 Februari 2011. Aku dan temanku Ipow jalan-jalan ke ledug rumah kakaknya, disana aku cerita banyak tentangmu kemarin. Dan tanpa diduga ternyata kakaknya Ipow adalah temanmu SMP dulu. Hmm disitu aku jadi bahan olokan gara-gara kedekatanmu denganku. (˘o ˘")
Tapi disisi lain aku bingung, aku masih punya pacar tapi sejak aku kenal kamu, rasa cintaku ke pacarku hilang, habis, musnah. Ini aneh padahal masa pacaranku dan dia udah hampir menginjak usia 8 bulan.
Malam harinya hal yang aku ingin dan tidak ku inginkan akhirnya terjadi juga.
Kamu nyatain cinta ke aku!!
Aku seneng pake' BANGET.
Rasanya pengen bilang iya aja. Tapi aku juga masih mikir tentang pacarku. Sebelumnya aku sudah minta pendapat ke temen-temen aku harus gimana. Kembali lagi, itu urusanku, aku yang nentuin yang paling baik buat aku sendiri.
Aku memintamu menyatakannya lagi esok hari di sekolah. Kamu setuju.
Malam itu juga aku mengakhiri masa pacaranku dengannya. Demi kamu! Meskipun aku tahu kamu gak pernah memintanya.
Itu sudah jadi keputusanku.
Aku juga gak nyesel.
21 Februari 2011, hari jadian kita.
Esoknya, lupa jam keberapa kelasku dan kelasmu ada jam kosong.
Kamu sms aku, akan datang ke kelasku.
Aku deg-deg'an banget. Panas dingin campur aduk.
Huaaahh.. Akhirnya aku melihat batang hidungmu, kamu datang bersama temanmu.
Tambah mendidih darahku. Sampai semua teman sekelasku ikut bingung.
Akhirnya aku keluar kelas. Sambil malu-malu. Sumpah malunya gak dibuat-buat.
Kamu ngajak aku duduk di depan kelas XF. Seneng banget rasanya duduk sebelah kamu.
Kamu mulai bertanya-tanya ke aku. Bagaimana dengan pacarku? Gimana jawaban pertanyaan yang kemarin?
Disitu aku menghela nafas panjang, aku memang mancintaimu mas, sangat. Tapi secepat inikah kita melanjutkan hubungan lebih dari sekedar teman?
Kamu bilang, kita jalanin aja dulu, kalo aku gak srek sama kamu, aku bisa langsung memutuskan hubungan kita. Dengan nafas yang panjang lagi akhirnya aku mengangguk. Iya.
Kamupun tersenyum, tapi hatiku lebih tersenyum lagi. Aku bahagia, bisa berpacaran denganmu, yang notabenenya banyak yang ngefans. Aku beruntung lho saat itu. Aku juga gak tahu kenapa kamu malah memilih aku?
Ternyata hubungan kita gak selamanya lurus, 1 bulan berjalan sering ada pertengkaran yang berujung baikan. Dan pending yang menyiksa! "Rumahmu miskin sinyal, sayang!"
Selalu itu kata-kataku ke kamu.
Hampir menginjak 2 bulan.
Perhatian yang dulu aku dapatkan darimu mulai berkurang sedikit demi sedikit. Aku gak tahu apa yang salah dariku?
Tepat seminggu sebelum anniversary kita yang ke 2 bulan aku dapet kecelakaan. Dan kamu belum tahu itu.
Dia: "yang"
Aku: "iya apa?"
Dia: "lagi apa?"
Aku: "aku kecelakaan yang dibonceng temenku"
Dia: "loh iya ta? Dimana?"
Aku: "prempatan by pass"
Tapi yang aku dapatkan apa? Gak ada sedikitpun perhatian yang detail darimu. Sebentar, hanya beberapa sms saja. Aku merasakan betul perubahan didirimu.
18 April 2011
Seharian kamu gak sms aku sama sekali. Aku kangen kamu (ʃ˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)
Kamu baru sms aku sekitaran maghrib dan ternyata kamu langsung meminta kita mengakhiri saja hubungan ini, karena kita gak sejalan lagi. Aku setuju, gak baik juga memaksakan cinta seseorang.
Kamu tahu? Aku sangat terpukul, entah apa yang aku rasakan saat itu. Bibirku tak kuasa menolak.
Aku sudah cukup sakit dengan kecelakaan tiga hari yang lalu, gak kusangka kamu malah menambah beban hatiku.
Ternyata setelah kita putus kita benar-benar bukan selayaknya teman lagi. Kita gak pernah saling sapa kalo ketemu. Kenapa denganmu? Bencikah kamu denganku? Kamu malu punya mantan sepertiku? Sakit.
Aku menyayangimu, setiap hari pikiranku tak pernah luput dari seseorang bernama indah yang telah membiarkan hari-hariku serasa sunyi. Aku sudah tahu dari awal kalau kamu memang tidak pernah bisa melupakan mantanmu. Tapi tak bisakah kamu membuka hati untuk orang lain? Untukku? Toh dia sudah bahagia dengan pacarnya. Kenapa kamu malah menyakiti dirimu sendiri?
Itu yang ku rasa dan selalu aku pikirkan dari tanggal 18 April 2011 sampai saat ini.
Aku telah menonaktifkan facebook lamaku, dan membuat facebook baru, mengubur sisa kenangan bersamamu dan berniat tidak akan meng-addmu. Aku gila, semuanya gara-gara kamu!
Aku tahu, aku terlalu memikirkanmu, membuatmu malu dengan caraku mencintaimu yang berlebihan, tapi apa kamu nggak ngaca? Kamu juga cinta mantanmu seperti aku mencintaimu kan?
Sekarang kamu membenciku, pake' SANGAT.
Aku paham.
Aku mundur.
Aku tidak akan mengganggumu lagi.
Aku janji.
1 bulan 18 hari itu sebentar lho, tapi aku merasa hatiku berhenti di kamu. Memang, setelah kamu aku berpacaran dengan 2 orang anak lain. Tapi itu nggak bisa menghapus rasaku untukmu.
Senin, 13 Februari 2012
8 hari sebelum anniversary kita yang ke 1 tahun.
Nomor XLku trouble dari pagi sampai sore. Gila banget!
Beberapa pemberitahuan dari hapeku gak aku urus. Maklumlah hari itu jadwalku padet banget, pulang sekolah aku ikut ekskul baruku, karawitan. Pulang dari sana aku dan teman-teman latihan basket sebentar lalu kita makan mie mercon.
Sampai rumah rasanya lelah. Aku berniat akan mendownload beberapa lagu dari ku. Tapi ternyata gak bisa. Terpaksa aku harus mendownload lewat komputer. Iseng-iseng aku membuka emailku karena sudah lama aku tidak membukanya. Ada sekitar 2000an pesan belum terbaca. Terbanyak adalah pemberitahuan dari Facebook.
25 pesan teratas ku delete.
Hingga ada 25 pesan lagi yang harus aku delete ada nickname akun facebookmu yang sudah gak asing lagi di mataku.
%&*!#@@+$*#?$+@#*$\÷=@+$*# ingin menjadi teman anda.
Aku kaget setengah mati! Langsung kuurungkan niatku menghapus semua pesan emailku. Mataku tertuju pada Facebook. Aku log in setelah itu melihat pada permintaan pertemanan. Memang benar! Disitu ada kamu! Kamu menambahkanku sebagai teman? Kamu kan ilfeel denganku? Bagaimana bisa.
Aku bingung bukan kepalang, sms sahabat-sahabatku, ganti PM ввм
Semua gak ngasih aku solusi aku harus gimana. Hanya dua pilihan.
Konfirmasi atau membiarkanmu membusuk disitu.
Malam itu aku meminta pendapat pada kakak-kakak kelasku yang juga temannya. Mereka menyarankan agar aku menerima. Oke aku terima. Tapiii.....
Kamu membatalkannya!! Ya اَللّهُ kebahagiaanku hilang seketika.
Kita mungkin gak akan pernah bisa baikan. Sampai kapanpun, mungkin itu tadi hanya kekeliruan atau ulah jahil temanmu yang sengaja menambahkanku sebagai teman facebookmu.
Hari ini tepat setahun tanggal jadian kita.
Pasti kamu lupa.
Pasti kamu gak perduli.
Karena kamu gak pernah menganggapku.
Gak masalah.
Itu hakmu.
Itu sudah seperti selayaknya.
Pesanku:
Jaga diri yaa.. Jangan ngecewakan ibumu. Lihat beliau yang rela kerja demi kamu. Jangan kecewain Alm. ayahmu juga, mereka pasti seneng kalo kamu jadi orang yang berhasil. Kamu pasti bisa asal kamu tinggalin tuh perilaku-perilaku burukmu. Tapi maaf aku gak bisa memberimu motivasi kayak dulu. Tapi tenang doaku di nadimu :)
Kamu bisa kembali padaku sesuka hatimu, aku selalu menunggumu kok. Sampai aku gak kuat lagi nunggu kamu. :")
Aku juga berdoa kelak kita akan dipertemukan lagi. Jika kita sama-sama telah sadar. Hehehe.
*dari yang tidak pernah berhenti menangisimu
With ♡
Berawal dari ketidak tahuanku, dan ketidak tahuanmu. Kita sama-sama dipertemukan oleh jejaring sosial Facebook. Hahaha. Ini konyol, aku menambahkanmu sebagai teman karena kamu kakak kelasku. Padahal yaah, aku belum tahu kamu itu yang mana, maklum aku baru jadi murid di SMA favorit itu. Dan aku tidak terlalu memperhatikanmu.
Add as Friend → Confirm → selesai.
Entah tanggal berapa ditahun 2011 aku membuat status tentang mantan dari pacarku. Yang intinya aku tidak suka dengan gayanya. Haha she's like a bitch.
Dan pada saat itu juga, kamu mengomentari statusku itu! PERTAMA KALINYA.
Biasa saja. Itu yang pertama kurasakan, seperti sebelum-sebelumnya. Waktu orang lain mengomentari statusku.
Status terbaruku lainnya.
Kamu mengomentarinya lagi, mungkin kamu tahu kalau aku adalah adik kelasmu. ☺
Kita disitu saling balas membalas komenan. Saling tanya menanya, bercanda. Jujur, aku senang bisa berkenalan dengan kakak kelasku.
Disitu aku mulai mencari info-info tentangmu. Dan berhasil!
Kamu adalah anak kelas 12 ✓
Kamu teman sekelas dari kakak sepupu sahabatku ✓
Aku tahu nama aslimu siapa ✓
Terkesan sangat ambigu. Hahaha.
Lanjut, kita juga makin dekat dan akrab dari komenan-komenan kita disana. Aku memanggilmu, mas !*#?@. Aku tahu kamu bingung darimana aku tahu nama aslimu, aku bilang, aku cuma nebak aja :)
Padahal sebenarnya aku sudah mengantongi beberapa informasi tentang dirimu saat itu.
Tepat pada satu hari dimana kamu minta nomor handphoneku. Yeah! Aku seneng banget. Dan malam-malamku kulalui dengan ber-smsan ria denganmu.
Di sekolah,
Saat itu aku masih kelas 10. Dan baru masuk sekolah itu sekitar 7 bulan. Aku beberapa kali bertemu sosokmu disana, berharap kamu juga mengenali aku.
Lambat laun waktu berjalan tumbuh rasa yang aku sudah tahu itu apa. Tapi aku diam saja, memendam dan hanya membicarakannya pada sahabat-sahabatku.
Emm iya, kamu belum tahu aku yang mana kan? Meskipun kita sudah sering smsan tapi aku belum berani menyapamu lebih dulu. Aku janji, aku akan mendukungmu saat kamu tampil di pensi sekolah kita tanggal 19 Februari 2011 nanti. Dan kamu akan tahu aku.
19 Februari 2011, Gedung Senkuko
Aku belum melihatmu. Padahal kamu tahu? Sehari tanpa melihat wajahmu itu sama seperti sehari menahan kencing :D. Huehehehe.
Aku nekat! Sms kamu duluan, padahal biasanya kamu yang sms aku dulu.
Smsku waktu itu..
Aku: "kamu gak ke senkuko tah mas?"
Dia: "iya kesana dek, tp paling agak siangan cz aku mainnya siang"
Aku: "oh, makanya aku gak liat kamu. Jam berapa kesini?"
Dia: "paling jam 11an"
Jam 10.30 kamu sudah mulai kelihatan. Dan pandanganku gak pernah berpaling darimu. Suer!
Kesana kesini, mataku ngikutin kamu. Gak pernah mau kehilangan sosokmu sedetikpun.
Mondar-mandir kesana-sini, yaitu kamu :) gak pernah bisa diam. Dan tepat saat itu kamu duduk di depanku! Aku pengen banget nyapa. Tapi lagi-lagi keberanianku dikalahkan ketakutanku.
Setelah kamu pergi, aku baru berani sms kamu lagi.
Aku: "eh tadi kamu duduk didepanku kamu gak tau?"
Dia: "loh iya tah dek? Gak tau aku beneran. Gitu gak nyapa."
Aku malu....
Sekitaran jam 1 kamu mulai naik ke atas panggung, sesuai janjiku aku bakalan ndukung kamu. Aku ikut di gerombolan anak lagi-laki sebelah panggung. Sebenarnya aku malu, aku sendiri yang cewek disitu. Akhirnya aku mengajak Dina, temanku.
Kita sempet tertawa-tawa, karena mic yang kamu pegang jatuh huahahaha. Sumpah kalo inget itu aku jadi senyum-senyum sendiri.
Pertama kamu menyanyikan lagu "KAU" yang beraliran punk, kesukaanmu. Aku tahu lagu itu, tapi gak hafal. Pokoknya ikut jingkrak-jingkrak.
Lagu kedua, "Equality". Aku kaget ternyata selain bisa nyanyi, main gitar, kamu juga bisa mainin harmonika! Salut. Nambah lagi kekagumanku sama kamu. Aku lupa kalo waktu itu aku sudah punya pacar. Bahkan aku pun gak menggubris meskipun dia, sms, telfon. Otakku sudah terisi kamu.
Waktu kamu nyanyiin Equality aku dan Dina ikut bernyanyi, maklum kita sudah hafal betul dengan lagunya karena di kelas kami teman-teman sudah sering menyanyikannya.
Dengan tanpa malu aku beberapa kali mengambil gambarmu dengan handphone Sony Ericssonku. Hahaha kalo diinget-inget sekarang malu bangeeeet.
Kamu yang di atas panggung mendekati gerombolan kita yang ada di bagian pinggir. Sambil memberikan mic agar kita ikut bernyanyi. Bodohnya, Dina memanggil-manggil namamu sampai kamu menoleh ke arah kita dan Dina menunjuk-nunjuk ke arahku agar kamu tahu kalo aku yang selama ini smsan sama kamu.
Seneng banget campur malu banget. Jadi apa yaa? Hahaha.
Capek loh habis jingkrak-jingkrak. Tapi puas udah bisa nunjukin diriku yang sebenernya. ☺
Hapeku getar, sms dari kamu!!
#kaget
Dia: "aku skrg di tangga dek, km sinio"
Aku: "sudah tau aku kan mas?"
Dia: "udah, sinio selak aku pulang"
Aku: (bingung)
kata temen-temen sana aja, daripada nyesel.
Oke aku nurut mereka, aku kebawah nemui kamu. Sumpah rasanya campur aduk, baru pertama kali ngobrol sama kamu!
Malemnya, gara-gara kecapekan aku langsung tidur, hape aku charge dalam keadaan mati.
Besok nya, banyak banget sms yang masuk. Dan dua diantaranya adalah smsmu. Sumpah aku seneng banget!
Hari itu Minggu 20 Februari 2011. Aku dan temanku Ipow jalan-jalan ke ledug rumah kakaknya, disana aku cerita banyak tentangmu kemarin. Dan tanpa diduga ternyata kakaknya Ipow adalah temanmu SMP dulu. Hmm disitu aku jadi bahan olokan gara-gara kedekatanmu denganku. (˘o ˘")
Tapi disisi lain aku bingung, aku masih punya pacar tapi sejak aku kenal kamu, rasa cintaku ke pacarku hilang, habis, musnah. Ini aneh padahal masa pacaranku dan dia udah hampir menginjak usia 8 bulan.
Malam harinya hal yang aku ingin dan tidak ku inginkan akhirnya terjadi juga.
Kamu nyatain cinta ke aku!!
Aku seneng pake' BANGET.
Rasanya pengen bilang iya aja. Tapi aku juga masih mikir tentang pacarku. Sebelumnya aku sudah minta pendapat ke temen-temen aku harus gimana. Kembali lagi, itu urusanku, aku yang nentuin yang paling baik buat aku sendiri.
Aku memintamu menyatakannya lagi esok hari di sekolah. Kamu setuju.
Malam itu juga aku mengakhiri masa pacaranku dengannya. Demi kamu! Meskipun aku tahu kamu gak pernah memintanya.
Itu sudah jadi keputusanku.
Aku juga gak nyesel.
21 Februari 2011, hari jadian kita.
Esoknya, lupa jam keberapa kelasku dan kelasmu ada jam kosong.
Kamu sms aku, akan datang ke kelasku.
Aku deg-deg'an banget. Panas dingin campur aduk.
Huaaahh.. Akhirnya aku melihat batang hidungmu, kamu datang bersama temanmu.
Tambah mendidih darahku. Sampai semua teman sekelasku ikut bingung.
Akhirnya aku keluar kelas. Sambil malu-malu. Sumpah malunya gak dibuat-buat.
Kamu ngajak aku duduk di depan kelas XF. Seneng banget rasanya duduk sebelah kamu.
Kamu mulai bertanya-tanya ke aku. Bagaimana dengan pacarku? Gimana jawaban pertanyaan yang kemarin?
Disitu aku menghela nafas panjang, aku memang mancintaimu mas, sangat. Tapi secepat inikah kita melanjutkan hubungan lebih dari sekedar teman?
Kamu bilang, kita jalanin aja dulu, kalo aku gak srek sama kamu, aku bisa langsung memutuskan hubungan kita. Dengan nafas yang panjang lagi akhirnya aku mengangguk. Iya.
Kamupun tersenyum, tapi hatiku lebih tersenyum lagi. Aku bahagia, bisa berpacaran denganmu, yang notabenenya banyak yang ngefans. Aku beruntung lho saat itu. Aku juga gak tahu kenapa kamu malah memilih aku?
Ternyata hubungan kita gak selamanya lurus, 1 bulan berjalan sering ada pertengkaran yang berujung baikan. Dan pending yang menyiksa! "Rumahmu miskin sinyal, sayang!"
Selalu itu kata-kataku ke kamu.
Hampir menginjak 2 bulan.
Perhatian yang dulu aku dapatkan darimu mulai berkurang sedikit demi sedikit. Aku gak tahu apa yang salah dariku?
Tepat seminggu sebelum anniversary kita yang ke 2 bulan aku dapet kecelakaan. Dan kamu belum tahu itu.
Dia: "yang"
Aku: "iya apa?"
Dia: "lagi apa?"
Aku: "aku kecelakaan yang dibonceng temenku"
Dia: "loh iya ta? Dimana?"
Aku: "prempatan by pass"
Tapi yang aku dapatkan apa? Gak ada sedikitpun perhatian yang detail darimu. Sebentar, hanya beberapa sms saja. Aku merasakan betul perubahan didirimu.
18 April 2011
Seharian kamu gak sms aku sama sekali. Aku kangen kamu (ʃ˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)
Kamu baru sms aku sekitaran maghrib dan ternyata kamu langsung meminta kita mengakhiri saja hubungan ini, karena kita gak sejalan lagi. Aku setuju, gak baik juga memaksakan cinta seseorang.
Kamu tahu? Aku sangat terpukul, entah apa yang aku rasakan saat itu. Bibirku tak kuasa menolak.
Aku sudah cukup sakit dengan kecelakaan tiga hari yang lalu, gak kusangka kamu malah menambah beban hatiku.
Ternyata setelah kita putus kita benar-benar bukan selayaknya teman lagi. Kita gak pernah saling sapa kalo ketemu. Kenapa denganmu? Bencikah kamu denganku? Kamu malu punya mantan sepertiku? Sakit.
Aku menyayangimu, setiap hari pikiranku tak pernah luput dari seseorang bernama indah yang telah membiarkan hari-hariku serasa sunyi. Aku sudah tahu dari awal kalau kamu memang tidak pernah bisa melupakan mantanmu. Tapi tak bisakah kamu membuka hati untuk orang lain? Untukku? Toh dia sudah bahagia dengan pacarnya. Kenapa kamu malah menyakiti dirimu sendiri?
Itu yang ku rasa dan selalu aku pikirkan dari tanggal 18 April 2011 sampai saat ini.
Aku telah menonaktifkan facebook lamaku, dan membuat facebook baru, mengubur sisa kenangan bersamamu dan berniat tidak akan meng-addmu. Aku gila, semuanya gara-gara kamu!
Aku tahu, aku terlalu memikirkanmu, membuatmu malu dengan caraku mencintaimu yang berlebihan, tapi apa kamu nggak ngaca? Kamu juga cinta mantanmu seperti aku mencintaimu kan?
Sekarang kamu membenciku, pake' SANGAT.
Aku paham.
Aku mundur.
Aku tidak akan mengganggumu lagi.
Aku janji.
1 bulan 18 hari itu sebentar lho, tapi aku merasa hatiku berhenti di kamu. Memang, setelah kamu aku berpacaran dengan 2 orang anak lain. Tapi itu nggak bisa menghapus rasaku untukmu.
Senin, 13 Februari 2012
8 hari sebelum anniversary kita yang ke 1 tahun.
Nomor XLku trouble dari pagi sampai sore. Gila banget!
Beberapa pemberitahuan dari hapeku gak aku urus. Maklumlah hari itu jadwalku padet banget, pulang sekolah aku ikut ekskul baruku, karawitan. Pulang dari sana aku dan teman-teman latihan basket sebentar lalu kita makan mie mercon.
Sampai rumah rasanya lelah. Aku berniat akan mendownload beberapa lagu dari ku. Tapi ternyata gak bisa. Terpaksa aku harus mendownload lewat komputer. Iseng-iseng aku membuka emailku karena sudah lama aku tidak membukanya. Ada sekitar 2000an pesan belum terbaca. Terbanyak adalah pemberitahuan dari Facebook.
25 pesan teratas ku delete.
Hingga ada 25 pesan lagi yang harus aku delete ada nickname akun facebookmu yang sudah gak asing lagi di mataku.
%&*!#@@+$*#?$+@#*$\÷=@+$*# ingin menjadi teman anda.
Aku kaget setengah mati! Langsung kuurungkan niatku menghapus semua pesan emailku. Mataku tertuju pada Facebook. Aku log in setelah itu melihat pada permintaan pertemanan. Memang benar! Disitu ada kamu! Kamu menambahkanku sebagai teman? Kamu kan ilfeel denganku? Bagaimana bisa.
Aku bingung bukan kepalang, sms sahabat-sahabatku, ganti PM ввм
Semua gak ngasih aku solusi aku harus gimana. Hanya dua pilihan.
Konfirmasi atau membiarkanmu membusuk disitu.
Malam itu aku meminta pendapat pada kakak-kakak kelasku yang juga temannya. Mereka menyarankan agar aku menerima. Oke aku terima. Tapiii.....
Kamu membatalkannya!! Ya اَللّهُ kebahagiaanku hilang seketika.
Kita mungkin gak akan pernah bisa baikan. Sampai kapanpun, mungkin itu tadi hanya kekeliruan atau ulah jahil temanmu yang sengaja menambahkanku sebagai teman facebookmu.
Hari ini tepat setahun tanggal jadian kita.
Pasti kamu lupa.
Pasti kamu gak perduli.
Karena kamu gak pernah menganggapku.
Gak masalah.
Itu hakmu.
Itu sudah seperti selayaknya.
Pesanku:
Jaga diri yaa.. Jangan ngecewakan ibumu. Lihat beliau yang rela kerja demi kamu. Jangan kecewain Alm. ayahmu juga, mereka pasti seneng kalo kamu jadi orang yang berhasil. Kamu pasti bisa asal kamu tinggalin tuh perilaku-perilaku burukmu. Tapi maaf aku gak bisa memberimu motivasi kayak dulu. Tapi tenang doaku di nadimu :)
Kamu bisa kembali padaku sesuka hatimu, aku selalu menunggumu kok. Sampai aku gak kuat lagi nunggu kamu. :")
Aku juga berdoa kelak kita akan dipertemukan lagi. Jika kita sama-sama telah sadar. Hehehe.
*dari yang tidak pernah berhenti menangisimu
With ♡
cerita yang romantis..
BalasHapussalam kenal
http://rumahkomputerku.blogspot.com