Jumat, 21 Oktober 2011

Haru Biru Dunia Cinta


Identitas Buku:
          Judu                       : Cinta di Ujung Sajadah
          Nama Pengarang    : Asma Nadia
          Penerbit                 :  PT. Lingkar Pena Kreativa
          Kota                      :  Depok
          Edisi                      :  Pertama
          Tebal Halaman       : 348 hal


          Buku ini menceritakan tentang kehidupan seorang gadis piatu bernama Cinta, seorang gadis enam belas tahun yang mempunyai mata layaknya peri dengan penampilan yang sportif, ia dikenal memiliki hati yang baik.
Cinta yang selalu merindukan sosok seorang ibu untuk berada di sampingnya. Kehidupan mewah si gadis tidak membuatnya sombong dan berfoya-foya, tidak seperti ibu tiri dan kedua saudara tirinya yang suka menghambur-hamburkan uang. Ia bahkan seperti gadis-gadis biasa pada umumnya yang ada di bawahnya. Hidup Cinta jadi semakin tertekan dengan adanya ibu dan saudara tirinya. Dan sang ayah seakan tidak perduli dengan keadaaan yang dialami Cinta.
          Namun di rumah yang megah itu, ia justru mendapat perlakuan kasar dan buruk ketika berhadapan dengan setiap anggota keluarganya yang sama-sama tinggal di situ. Kecuali mbok Nah, emban yang selalu memberi kasih sayang dan kehangatan kepada Cinta. Menggantikan tugas seorang ibu.
          Enam belas tahun ia belajar membela diri hanya berdasarkan naluri. Waktu yang panjang untuk mengetahui kapan dia harus bersifat agresif, reaktif, dan menyerang. Cinta ingin merasakan kasih sayang dari seorang ibu, maklumlah sejak lahir ia sudah diasuh oleh mbok Nah. Bahkan dari ayahnya pun, ia sama sekali tidak dapat merasakan kasih sayang itu, entah apa yang membuat ayahnya sangat bersikap dingin dan acuh tak acuh kepada Cinta. Ditambah lagi perlakuan sang ibu tiri yang selalu mempengaruhi pikiran ayah Cinta agar mau menuruti segala keinginannya. Ada juga Cantik, dan Anggun, anak dari mama Alia. Mereka berdua adalah saudara tiri Cinta. Mereka selalu memusuhi dan bersikap buruk padanya padahal Cinta merasa ia tak pernah mempunyai masalah dengan mereka. Terkadang ia merasa iri kepada sahabat-sahabatnya yang selalu mendapat kasih sayang dari seorang ibu.
          Makky Matahari Muhammad, sebuah nama yang indah begitu pula dengan perilakunya. Telah membuat hari-hari Cinta terasa lebih berwarna. Makky yang memberi semangat dan mengenalkan Cinta kepada dunia lain yang memberi kebahagiaan.
          Hingga sebuah rahasia besar belasan tahun mulai terungkap. Ternyata ibunya masih hidup dan tinggal di suatu tempat. Yang  membawa Cinta menempuh perjalanan jauh untuk menemukan sosok seorang ibu yang sudah lama dirindukannya. Perjalanan Cinta pun penuh dengan liku-liku dan tantangan, tetapi ia tidak menyerah sekalipun. Ia tetap berjuang walau kenyataannya tak sesuai harapan.
         Novel ini adalah sebuah karya dari seorang penulis yang bernama Asma Nadia, ia dikenal sebagai penulis yang gencar mengajak kepada kebaikan. Buku fiksi maupun non fiksi yang ditulisnya kerap mengundangsimpati pembaca. seperti pada novel ini dan kedua novel best sellernya 'Catatan Hati Seorang Istri' dan 'Sakinah Bersamamu'. Buku-buku kumpulan cerpen maupun novel remajanya terbukti telah memenangkan Adikarya IKAPI. Hal tersebut sebuah bukti bahwa karya-karyanya memang memiliki pengaruh terhadap dunia kepenulisan di Indonesia.
         Novel setebal 348 halaman ini mempunyai alur cerita yang menarik dan pas, sehingga tidak membingungkan para pembacanya, hanya saja covernya kurang sesuai dengan cerita yang ada di dalamnya, sehingga kurang bisa menarik minat pembaca. Covernya terlalu menunjukkan sisi keislaman sedangkan dalam novelnya tidak terlalu. Dan endingnya masih sedikit tidak jelas, apakah ibu dari Cinta sudah meninggal atau masih hidup. Kekuatan novel ini terletak pada isi tentang pentingnya suatu tekat dan kesabaran agar tercapai semua yang diharapkan sekaligus kuatnya moral agama. Secara garis besar novel ini sangat bagus dan cocok dibaca untuk semua umur. Novel ini juga wajib baca bagi generasi muda yang terlena dengan gelimang kemudahan ekonomi dan tak lagi kenal jerih payah untuk menggapai masa depan. Banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil dalam novel ini, bisa tentang kehidupan, cinta, dll.
Ini TWITTER gue 


 Nggak tau ya? Makanya cari di Internet! NDESO!!

LOL

Gak penting sih-_-

Setelah cukup lama kita ngikut-ngikutin gaya ngomongnya Syahrini yang "Alhamdulillah yah" atau "Sesuatu!" kini kita dihebohkan lagi oleh kata-kata dari pelawak senior kita. Lewat iklan XL. Tukul Arwana. Yahh di selalu menjadi trendsetter of words bagi kita. Hahaha, gimana enggak? dulu kita pernah dihebohkan dengan kata-katanya seperti "Kembali ke Laptop" juga menyihir masyarakat. Sekarang ia membuat heboh lagi dengan kata NDESOnya.

Sejak beberapa minggu terakhir kita di suguhi sebuah iklan kartu seluler yang sudah sangat familiar dengan kita dari salah satu provider terkenal. Untuk bisa menembus target penjualan, setiap produsen selalu menggunakan artis terkenal agar bisa menarik sebanyak - banyaknya orang untuk membeli produk mereka. Dari artis sinetron, model juga penyanyi. Dengan berbagai ragam ilustrasi agar selalu menarik tentunya.

Dia begitu terkenal sejak menjadi pembawa acara di sebuah stasiun TV swasta yang tentunya kita sudah tahu semua acara tersebut, meskipun sempat di protes tapi acara itu hanya berganti sedikit namanya, namun pada dasarnya isinya masih tetap sama. Dia telah menjadi salah satu figur yang mudah di kenali dengan tingkah yang orang sering sebut norak, katro dan juga ndeso.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kata Ndeso berasal dari kata desa tapi dalam hal ini kata ndeso lebih mengacu ke arti sifat, yaitu sama saja dengan kampungan. Tukul Arwana sering sekali menyebutkan kata - kata itu dalam membawakan acaranya yang di kemas sedikit komedi dan akhirnya kata - kata itu melekat sekali dengan diri dia yang orang sebut, bahwa meskipun wajah Ndeso tapi rejeki kutho. Artinya bahwa meskipun kampunagn tapi rejekinya tetep melimpah layaknya orang kota.
Kembali pada iklan yang sekarang tayang, dalam iklan tersebut menggambarkan seorang yang tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik kemudian Tukul dengan nada sedikit tinggi mengucapkan “Ndeso“. Kalau tidak salah sampai tiga kali. Menurut saya, kata itu menggambarkan betapa kata Ndeso bermakana bahwa orang desa adalah kalangan yang tidak tahu apa - apa, bodoh, gaptek dan lain - lain yang mencerminkan ketertinggalan di banding dengan masyarakat kota.
Sebagai orang yang juga berasal dari sebuah desa, lahir dan di besarkan di desa, saya merasa bahwa kata Ndeso yang di selipkan dalam iklan tersebut menyudutkan orang - orang desa. Mereka dianggap tidak tahu apa - apa, kuper dan lain sebagainya yang jauh dari teknologi modern. Padahal kalo kita mau melihat lebih jauh, tidak seburuk itu keadaan orang - orang yang tinggal di desa. Banyak dari mereka yang berpendidikan tinggi, mengenal dan bahkan ahli di bidang ilmu pengetahuan, tak sedikit pula mereka menjadi orang yang berhasil. Mereka bukanlah masayarakat tertinggal yang tak tahu apa - apa seperti yang di gambarkan dalam iklan tersebut.
Kalau boleh jujur, justru di bandingkan dengan masyarakat perkotaan, mayarakat yang tinggal di desa lebih berbudi, labih tahu adab dan tata krama. Mereka masih menjunjung apa arti kebersamaan, sopan santun dan tolong menolong, jauh dari masyarakat kota yang lebih bersikap individualis.
Sekali lagi, apa yang di gambarkan dalam iklan kartu seluler itu, seakan merendahkan orang kecil dan orang desa yang di anggap tidak tahu apa - apa tentang kecanggihan teknologi modern. Tak selamanya jadi orang desa itu memalukan, karna justru di desa kita lebih bisa mengerti apa arti hidup bermasyarakat, tepo sliro (tenggang rasa) dan juga saling menghargai.

Koplak

A : Eh, dokter itu siapa sih?? sombong banget deh,,,
B : Oo, itu... itu Dokter Cila,,, emang knapa?
A : masak dia gak mau sembuhin gue sih!
B : Lo temennya, bukan?
A : Bukan, knapa?
B : Pantesan aja dia gak mau sembuhin lo, Dokter Cila kan cuma sembuh sembuhin teman Cila yang sakit..
A : $&^$^&%^&%&^%*&%*&%

#korbanIklan

Senin, 10 Oktober 2011

09-10

Hari lahir dua orang yang sama-sama pernah mengisi hariku.
yang sama-sama sulit dilupakan.
sama-sama meniggalkan kesan terindah. :)

Happy Birthday for:

Handi Prakoso
and
Rifqi Auliaurrohman



Kamis, 06 Oktober 2011

Bagaimana bisa?

Bagaimana bisa, aku tak ada di setiapmu melihat.
sementara ku ada.

Bagaimana bisa kamu lupakan yang tak mungkin dilupakan.
aku selalu cinta, tapi kamu tidak
 

KOTAK - Selalu Cinta


Bagaimana aku bisa melupakan?
jika bayangmu masih juga ada.
Bagaimana aku bisa meninggalkan?
jika aku masih tidak bisa merelakan.
Bagaimana agar semua dapat kembali normal?
jika aku memang belum mengikhlaskan.

Kamu.. yang kucinta, kusayang, kubutuhkan, yang mengerti aku, tapi kamu hancurkan aku!

Julya: "awakmu jek sayang tah mbek areke?"
Aku: "NEMEN! :')"
Julya: "Berjuanglah be'e suatu saat isok balikan"
Aku: "AMIN! :)"

Karena takkan ada yang seperti dirimu, takkan ada yang menyamaimu, dan karena kamu cuma satu.
Selamanya kamu akan ku tunggu, 
entah kapan kamu akan berniat kembali, atau tidak sama sekali. 
Aku tetap.
Selamanya aku mencintaimu, selamanya. YA, I BELIEVE :-*
09.10.1993-HP



Senin, 03 Oktober 2011

Hello my HEARTBREAKER

Untaian kata-kata indah,
dan janji setia hanya untukmu
Sayang semua tlah hilang dan berlalu



Satu (21.02.2011-18.04.2011)

Suatu kisah cinta yang mendadak tanpa terpikir sebelumnya, berkhianat demi seseorang yang notabene-nya masih 'baru'. Membuat seakan-akan dirimu HARUS kumiliki selamanya. Terbuai aku olehmu, tersihir aku oleh cintamu. Kemudian yang diharapkan tak sesuai yang dipikirkan.

Yang baru diimpikan telah sirna, semua! Yaah.. ini bukan salah siapa-siapa. Aku? Mungkin. Sungguh banyak yang hilang sejak kepergianmu. Sekarang aku yang menyesal, aku yang merasakan pahitnya ditinggalkan, dan dicampakkan. :-/



Dua (26.07.2011- unknown)

Baru, tapi berani membuatku jatuh cinta. Sangat berani. Harusnya berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Sekarang seluruh otakku memikirkannya. Kamu mengajakku masuk ke lubang yang sama, bersamamu. Tapi kamu bisa keluar, sedang aku tidak. Masih terpuruk dan makin terpuruk di dalamnya. Aku ditinggalkan, tapi aku tidak dicampakkan. Hanya dimanfaatkan.



Satu untuk HP
Dua untuk ELS
sama-sama KEJAM, sama-sama MEMPERMAINKAN PERASAAN.