Kamis, 17 Januari 2013

Definisi

"Lantas apa puisi itu?", Saya bilang yang diniatkan penciptanya sebagai puisi itulah puisi.




dikutip dari Try Out Bahasa Indonesia,
tahun 2012-2013.

Selasa, 23 Oktober 2012

Three

- Sulitnya membangun sebuah kepercayaan, apalagi jika kepercayaan itu telah terkhianati sebelumnya -

Minggu, 21 Oktober 2012

Two

 
So really I love this flower so much. Awesome! May this will become my Flower in December. Who knows? :)

One

Manusia bersikap seperti binatang yang saling terkam. Mereka beradu kekuasaan!

Jumat, 07 September 2012

Surat Perdana #1

Rintik hujan kala itu mengajakku menghampirimu, perasaan bahagia, senang, sudah pasti apalagi yang akan kutemui adalah lelakiku, ya kamu. Dengan langkah penuh semangat, ku turunkan kakiku dari mobil penumpang tersebut di atas aspal yang becek terkena air hujan.

Oh ya, ternyata kamu sudah menjemput di tempatku turun. Berbunga-bunga rasanya melihat sosok orang yang sangat ku sayang datang menghampiriku seraya tersenyum. Betapa aku seperti ada di surga dunia.
Kita berdua melangkah menuju kediamanmu. Jalan setapak yang basah itu menjadi saksi bahwa kita pernah bersama, bersatu saling mencinta.

Hawa dingin merasuk, tetapi aku tak dapat merasakan, karena kamu ada di sisiku. Semua tentangmu tergambar jelas di dalam rumah itu. Rumah yang tidak cukup megah namun mampu menampung jutaan kenangan milik anak berusia 19 tahun. 

Larut dalam suasana damai, terasa tubuh ini didekap tubuhmu. Hangat. Jari-jemariku kau isi dengan jari-jemarimu. Pipiku kau kecup lembut. Candamu, alunan gitarmu, seperti masih terdengar jelas disini. Merambah semakin keras dan keras..

Aku rindu itu semua cinta,


Salam manis,

Kamis, 09 Agustus 2012

..

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

 B.J Habibie - Ainun

Rabu, 01 Agustus 2012

Elegi

Hai pembuat ulah.
Si kerempeng yang tak bisa diam.
Yang hanya bisa kusaksikan lewat barisan nada.
Yang hanya kurindukan lewat deretan masa lalu.

Sungguh.
Oh hai, senjaku yang tak beringas.
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau masih mengingatku?

Pemain gitar yang kadang ceroboh.
Sudikah kiranya kau menatap mataku?
Menjabat dan memegang erat tanganku?

Kau hanya sekilas tentang dirimu.
Belum utuhmu, belum segalamu.

Hai alunan emosi.
Sinarmu tempatku berkaca.
Dari untaian doa selalu terselip namamu.
Dari sekian banyak penghantar rindu tak satupun sekeji dirimu.