Rabu, 01 Agustus 2012

Elegi

Hai pembuat ulah.
Si kerempeng yang tak bisa diam.
Yang hanya bisa kusaksikan lewat barisan nada.
Yang hanya kurindukan lewat deretan masa lalu.

Sungguh.
Oh hai, senjaku yang tak beringas.
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau masih mengingatku?

Pemain gitar yang kadang ceroboh.
Sudikah kiranya kau menatap mataku?
Menjabat dan memegang erat tanganku?

Kau hanya sekilas tentang dirimu.
Belum utuhmu, belum segalamu.

Hai alunan emosi.
Sinarmu tempatku berkaca.
Dari untaian doa selalu terselip namamu.
Dari sekian banyak penghantar rindu tak satupun sekeji dirimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar