Rabu, 29 Februari 2012

Wish You Were Here - AVRIL LAVIGNE

I can be tough
I can be strong
But with you, It's not like that at all

Theres a girl who gives a shit
Behind this wall
You just walk through it

[refrain]
And I remember all those crazy thing you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn't think about it just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

[chorus]
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here.

I love the way you are
It's who I am don't have to try hard
We always say, Say like it is
And the truth is that I really miss

[refrain]
All those crazy thing you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn't think about it just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

[chorus]
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here.

[bridge]
No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Oh, Oh,

No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Let go, Let go...

[chorus]
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here 
 
for the bringer 3/4 of my heart
with LOVE♥

Senin, 20 Februari 2012

Tentang AKU dan Si Penyebab Rinduku

Entah, ini sudah keberapa kalinya aku membuat notes. Yang pasti isi dan tujuannya adalah tentang KAMU.

Berawal dari ketidak tahuanku, dan ketidak tahuanmu. Kita sama-sama dipertemukan oleh jejaring sosial Facebook. Hahaha. Ini konyol, aku menambahkanmu sebagai teman karena kamu kakak kelasku. Padahal yaah, aku belum tahu kamu itu yang mana, maklum aku baru jadi murid di SMA favorit itu. Dan aku tidak terlalu memperhatikanmu.

Add as Friend → Confirm → selesai.

Entah tanggal berapa ditahun 2011 aku membuat status tentang mantan dari pacarku. Yang intinya aku tidak suka dengan gayanya. Haha she's like a bitch.

Dan pada saat itu juga, kamu mengomentari statusku itu! PERTAMA KALINYA.

Biasa saja. Itu yang pertama kurasakan, seperti sebelum-sebelumnya. Waktu orang lain mengomentari statusku.

Status terbaruku lainnya.
Kamu mengomentarinya lagi, mungkin kamu tahu kalau aku adalah adik kelasmu. ☺

Kita disitu saling balas membalas komenan. Saling tanya menanya, bercanda. Jujur, aku senang bisa berkenalan dengan kakak kelasku.

Disitu aku mulai mencari info-info tentangmu. Dan berhasil!

Kamu adalah anak kelas 12 ✓
Kamu teman sekelas dari kakak sepupu sahabatku ✓
Aku tahu nama aslimu siapa ✓

Terkesan sangat ambigu. Hahaha.

Lanjut, kita juga makin dekat dan akrab dari komenan-komenan kita disana. Aku memanggilmu, mas !*#?@. Aku tahu kamu bingung darimana aku tahu nama aslimu, aku bilang, aku cuma nebak aja :)
Padahal sebenarnya aku sudah mengantongi beberapa informasi tentang dirimu saat itu.

Tepat pada satu hari dimana kamu minta nomor handphoneku. Yeah! Aku seneng banget. Dan malam-malamku kulalui dengan ber-smsan ria denganmu.


Di sekolah,

Saat itu aku masih kelas 10. Dan baru masuk sekolah itu sekitar 7 bulan. Aku beberapa kali bertemu sosokmu disana, berharap kamu juga mengenali aku.


Lambat laun waktu berjalan tumbuh rasa yang aku sudah tahu itu apa. Tapi aku diam saja, memendam dan hanya membicarakannya pada sahabat-sahabatku.


Emm iya, kamu belum tahu aku yang mana kan? Meskipun kita sudah sering smsan tapi aku belum berani menyapamu lebih dulu. Aku janji, aku akan mendukungmu saat kamu tampil di pensi sekolah kita tanggal 19 Februari 2011 nanti. Dan kamu akan tahu aku.


19 Februari 2011, Gedung Senkuko

Aku belum melihatmu. Padahal kamu tahu? Sehari tanpa melihat wajahmu itu sama seperti sehari menahan kencing :D. Huehehehe.

Aku nekat! Sms kamu duluan, padahal biasanya kamu yang sms aku dulu.

Smsku waktu itu..

Aku: "kamu gak ke senkuko tah mas?"

Dia: "iya kesana dek, tp paling agak siangan cz aku mainnya siang"

Aku: "oh, makanya aku gak liat kamu. Jam berapa kesini?"

Dia: "paling jam 11an"


Jam 10.30 kamu sudah mulai kelihatan. Dan pandanganku gak pernah berpaling darimu. Suer!

Kesana kesini, mataku ngikutin kamu. Gak pernah mau kehilangan sosokmu sedetikpun.

Mondar-mandir kesana-sini, yaitu kamu :) gak pernah bisa diam. Dan tepat saat itu kamu duduk di depanku! Aku pengen banget nyapa. Tapi lagi-lagi keberanianku dikalahkan ketakutanku.

Setelah kamu pergi, aku baru berani sms kamu lagi.

Aku: "eh tadi kamu duduk didepanku kamu gak tau?"

Dia: "loh iya tah dek? Gak tau aku beneran. Gitu gak nyapa."

Aku malu....


Sekitaran jam 1 kamu mulai naik ke atas panggung, sesuai janjiku aku bakalan ndukung kamu. Aku ikut di gerombolan anak lagi-laki sebelah panggung. Sebenarnya aku malu, aku sendiri yang cewek disitu. Akhirnya aku mengajak Dina, temanku.

Kita sempet tertawa-tawa, karena mic yang kamu pegang jatuh huahahaha. Sumpah kalo inget itu aku jadi senyum-senyum sendiri.

Pertama kamu menyanyikan lagu "KAU" yang beraliran punk, kesukaanmu. Aku tahu lagu itu, tapi gak hafal. Pokoknya ikut jingkrak-jingkrak.

Lagu kedua, "Equality". Aku kaget ternyata selain bisa nyanyi, main gitar, kamu juga bisa mainin harmonika! Salut. Nambah lagi kekagumanku sama kamu. Aku lupa kalo waktu itu aku sudah punya pacar. Bahkan aku pun gak menggubris meskipun dia, sms, telfon. Otakku sudah terisi kamu.

Waktu kamu nyanyiin Equality aku dan Dina ikut bernyanyi, maklum kita sudah hafal betul dengan lagunya karena di kelas kami teman-teman sudah sering menyanyikannya.

Dengan tanpa malu aku beberapa kali mengambil gambarmu dengan handphone Sony Ericssonku. Hahaha kalo diinget-inget sekarang malu bangeeeet.

Kamu yang di atas panggung mendekati gerombolan kita yang ada di bagian pinggir. Sambil memberikan mic agar kita ikut bernyanyi. Bodohnya, Dina memanggil-manggil namamu sampai kamu menoleh ke arah kita dan Dina menunjuk-nunjuk ke arahku agar kamu tahu kalo aku yang selama ini smsan sama kamu.

Seneng banget campur malu banget. Jadi apa yaa? Hahaha.

Capek loh habis jingkrak-jingkrak. Tapi puas udah bisa nunjukin diriku yang sebenernya. ☺

Hapeku getar, sms dari kamu!!

#kaget
Dia: "aku skrg di tangga dek, km sinio"

Aku: "sudah tau aku kan mas?"

Dia: "udah, sinio selak aku pulang"

Aku: (bingung)

kata temen-temen sana aja, daripada nyesel.

Oke aku nurut mereka, aku kebawah nemui kamu. Sumpah rasanya campur aduk, baru pertama kali ngobrol sama kamu!


Malemnya, gara-gara kecapekan aku langsung tidur, hape aku charge dalam keadaan mati.
Besok nya, banyak banget sms yang masuk. Dan dua diantaranya adalah smsmu. Sumpah aku seneng banget!

Hari itu Minggu 20 Februari 2011. Aku dan temanku Ipow jalan-jalan ke ledug rumah kakaknya, disana aku cerita banyak tentangmu kemarin. Dan tanpa diduga ternyata kakaknya Ipow adalah temanmu SMP dulu. Hmm disitu aku jadi bahan olokan gara-gara kedekatanmu denganku. (˘o ˘")

Tapi disisi lain aku bingung, aku masih punya pacar tapi sejak aku kenal kamu, rasa cintaku ke pacarku hilang, habis, musnah. Ini aneh padahal masa pacaranku dan dia udah hampir menginjak usia 8 bulan.

Malam harinya hal yang aku ingin dan tidak ku inginkan akhirnya terjadi juga.

Kamu nyatain cinta ke aku!!

Aku seneng pake' BANGET.

Rasanya pengen bilang iya aja. Tapi aku juga masih mikir tentang pacarku. Sebelumnya aku sudah minta pendapat ke temen-temen aku harus gimana. Kembali lagi, itu urusanku, aku yang nentuin yang paling baik buat aku sendiri.

Aku memintamu menyatakannya lagi esok hari di sekolah. Kamu setuju.

Malam itu juga aku mengakhiri masa pacaranku dengannya. Demi kamu! Meskipun aku tahu kamu gak pernah memintanya.
Itu sudah jadi keputusanku.
Aku juga gak nyesel.

21 Februari 2011, hari jadian kita.
Esoknya, lupa jam keberapa kelasku dan kelasmu ada jam kosong.
Kamu sms aku, akan datang ke kelasku.
Aku deg-deg'an banget. Panas dingin campur aduk.
Huaaahh.. Akhirnya aku melihat batang hidungmu, kamu datang bersama temanmu.
Tambah mendidih darahku. Sampai semua teman sekelasku ikut bingung.
Akhirnya aku keluar kelas. Sambil malu-malu. Sumpah malunya gak dibuat-buat.
Kamu ngajak aku duduk di depan kelas XF. Seneng banget rasanya duduk sebelah kamu.
Kamu mulai bertanya-tanya ke aku. Bagaimana dengan pacarku? Gimana jawaban pertanyaan yang kemarin?

Disitu aku menghela nafas panjang, aku memang mancintaimu mas, sangat. Tapi secepat inikah kita melanjutkan hubungan lebih dari sekedar teman?
Kamu bilang, kita jalanin aja dulu, kalo aku gak srek sama kamu, aku bisa langsung memutuskan hubungan kita. Dengan nafas yang panjang lagi akhirnya aku mengangguk. Iya.

Kamupun tersenyum, tapi hatiku lebih tersenyum lagi. Aku bahagia, bisa berpacaran denganmu, yang notabenenya banyak yang ngefans. Aku beruntung lho saat itu. Aku juga gak tahu kenapa kamu malah memilih aku?

Ternyata hubungan kita gak selamanya lurus, 1 bulan berjalan sering ada pertengkaran yang berujung baikan. Dan pending yang menyiksa! "Rumahmu miskin sinyal, sayang!"

Selalu itu kata-kataku ke kamu.

Hampir menginjak 2 bulan.
Perhatian yang dulu aku dapatkan darimu mulai berkurang sedikit demi sedikit. Aku gak tahu apa yang salah dariku?
Tepat seminggu sebelum anniversary kita yang ke 2 bulan aku dapet kecelakaan. Dan kamu belum tahu itu.

Dia: "yang"

Aku: "iya apa?"

Dia: "lagi apa?"

Aku: "aku kecelakaan yang dibonceng temenku"

Dia: "loh iya ta? Dimana?"

Aku: "prempatan by pass"

Tapi yang aku dapatkan apa? Gak ada sedikitpun perhatian yang detail darimu. Sebentar, hanya beberapa sms saja. Aku merasakan betul perubahan didirimu.


18 April 2011

Seharian kamu gak sms aku sama sekali. Aku kangen kamu (ʃ˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)
Kamu baru sms aku sekitaran maghrib dan ternyata kamu langsung meminta kita mengakhiri saja hubungan ini, karena kita gak sejalan lagi. Aku setuju, gak baik juga memaksakan cinta seseorang.

Kamu tahu? Aku sangat terpukul, entah apa yang aku rasakan saat itu. Bibirku tak kuasa menolak.
Aku sudah cukup sakit dengan kecelakaan tiga hari yang lalu, gak kusangka kamu malah menambah beban hatiku.

Ternyata setelah kita putus kita benar-benar bukan selayaknya teman lagi. Kita gak pernah saling sapa kalo ketemu. Kenapa denganmu? Bencikah kamu denganku? Kamu malu punya mantan sepertiku? Sakit.

Aku menyayangimu, setiap hari pikiranku tak pernah luput dari seseorang bernama indah yang telah membiarkan hari-hariku serasa sunyi. Aku sudah tahu dari awal kalau kamu memang tidak pernah bisa melupakan mantanmu. Tapi tak bisakah kamu membuka hati untuk orang lain? Untukku? Toh dia sudah bahagia dengan pacarnya. Kenapa kamu malah menyakiti dirimu sendiri?

Itu yang ku rasa dan selalu aku pikirkan dari tanggal 18 April 2011 sampai saat ini.

Aku telah menonaktifkan facebook lamaku, dan membuat facebook baru, mengubur sisa kenangan bersamamu dan berniat tidak akan meng-addmu. Aku gila, semuanya gara-gara kamu!

Aku tahu, aku terlalu memikirkanmu, membuatmu malu dengan caraku mencintaimu yang berlebihan, tapi apa kamu nggak ngaca? Kamu juga cinta mantanmu seperti aku mencintaimu kan?

Sekarang kamu membenciku, pake' SANGAT.

Aku paham.
Aku mundur.
Aku tidak akan mengganggumu lagi.
Aku janji.

1 bulan 18 hari itu sebentar lho, tapi aku merasa hatiku berhenti di kamu. Memang, setelah kamu aku berpacaran dengan 2 orang anak lain. Tapi itu nggak bisa menghapus rasaku untukmu.

Senin, 13 Februari 2012
8 hari sebelum anniversary kita yang ke 1 tahun.

Nomor XLku trouble dari pagi sampai sore. Gila banget!
Beberapa pemberitahuan dari hapeku gak aku urus. Maklumlah hari itu jadwalku padet banget, pulang sekolah aku ikut ekskul baruku, karawitan. Pulang dari sana aku dan teman-teman latihan basket sebentar lalu kita makan mie mercon.

Sampai rumah rasanya lelah. Aku berniat akan mendownload beberapa lagu dari ku. Tapi ternyata gak bisa. Terpaksa aku harus mendownload lewat komputer. Iseng-iseng aku membuka emailku karena sudah lama aku tidak membukanya. Ada sekitar 2000an pesan belum terbaca. Terbanyak adalah pemberitahuan dari Facebook.

25 pesan teratas ku delete.

Hingga ada 25 pesan lagi yang harus aku delete ada nickname akun facebookmu yang sudah gak asing lagi di mataku.

%&*!#@@+$*#?$+@#*$\÷=@+$*# ingin menjadi teman anda.

Aku kaget setengah mati! Langsung kuurungkan niatku menghapus semua pesan emailku. Mataku tertuju pada Facebook. Aku log in setelah itu melihat pada permintaan pertemanan. Memang benar! Disitu ada kamu! Kamu menambahkanku sebagai teman? Kamu kan ilfeel denganku? Bagaimana bisa.

Aku bingung bukan kepalang, sms sahabat-sahabatku, ganti PM ввм
Semua gak ngasih aku solusi aku harus gimana. Hanya dua pilihan.
Konfirmasi atau membiarkanmu membusuk disitu.

Malam itu aku meminta pendapat pada kakak-kakak kelasku yang juga temannya. Mereka menyarankan agar aku menerima. Oke aku terima. Tapiii.....

Kamu membatalkannya!! Ya اَللّهُ kebahagiaanku hilang seketika.
Kita mungkin gak akan pernah bisa baikan. Sampai kapanpun, mungkin itu tadi hanya kekeliruan atau ulah jahil temanmu yang sengaja menambahkanku sebagai teman facebookmu.

Hari ini tepat setahun tanggal jadian kita.

Pasti kamu lupa.
Pasti kamu gak perduli.
Karena kamu gak pernah menganggapku.
Gak masalah.
Itu hakmu.
Itu sudah seperti selayaknya.

Pesanku:
Jaga diri yaa.. Jangan ngecewakan ibumu. Lihat beliau yang rela kerja demi kamu. Jangan kecewain Alm. ayahmu juga, mereka pasti seneng kalo kamu jadi orang yang berhasil. Kamu pasti bisa asal kamu tinggalin tuh perilaku-perilaku burukmu. Tapi maaf aku gak bisa memberimu motivasi kayak dulu. Tapi tenang doaku di nadimu :)

Kamu bisa kembali padaku sesuka hatimu, aku selalu menunggumu kok. Sampai aku gak kuat lagi nunggu kamu. :")
Aku juga berdoa kelak kita akan dipertemukan lagi. Jika kita sama-sama telah sadar. Hehehe.



*dari yang tidak pernah berhenti menangisimu
With ♡

Selasa, 14 Februari 2012

#9

Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku.

Jumat, 10 Februari 2012

#8

Belajar mengendalikan hati, abaikan semua yang tidak benar tentang dirimu.
Maafkan mereka yang menyakiti atau merisaukan hatimu.

Lawan Imperialisme dan Kapitalisme!

Tulisan ini adalah Amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman da­lam malam ta’aruf Muhammadiyah. Namun, dalam tulisan ini tidak ada keterangan tentang waktu, tempat dan di mana amanat ini disampaikan. Amanat ini telah di muat di Suara Muhammadiyah edisi bulan Juli 1946. Beliau adalah salah satu tokoh kepanduan Muhammadiyah – Hizbul Wathon. Sumbangsih beliau terhadap negara ini sangat besar, untuk itu sudah sepatutnya kita renungkan bersama apa yang disampaikan oleh beliau. Walaupun amanat ini disampaikan kepada warga Muhammadiyah, kiranya amanat beliau ditujukan pula bagi seluruh anak bangsa ini.

Panglima Besar Jenderal SoedirmanAssalamu’alaikum wr. wb.
Merdeka!
Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Murah lagi Maha Asih tetap memberi perlindungan, petunjuk serta kekuatan pada hamba-Nya yang terus menerus sama melakukan kewajiban, membela serta mempertahankan Kedaulatan dan Kemerdekaan negara Republik Indonesia.

Saudara Pemimpin dan hadirin sekalian yang terhormat.
Kami, mengucapkan syukur dan gembira dalam saat yang sangat genting-penting ini, pergerakan Islam Muhammadiyah dapat menyelenggarakan pertemuan silaturahim yang sangat penting artinya, dalam suasana perjuangan kemerdekaan yang sangat memuncak ini. Kami percaya dan yakin, bahwa, segala keputusan yang diambil dalam pertemuan selama ini akan sangat besar faedah dan gunanya, untuk menambah dan memperkuat bekal perjuangan kemerdekaan dan selanjutnya langkah serta amalan Muhammadiyah dapat disesuaikan dengan jalannya perjuangan pada dewasa ini.

Saudara-saudara sekalian !
Suasana politik yang meliputi negara dan bangsa kita dan yang akan menentukan nasib negara serta Bangsa Indonesia, untuk berabad-abad lamanya, telah sampai pada puncaknya. Naskah rencana persetujuan Indonesia – Belanda telah di paraf dan disiarkan. Kita sekalian masih harus menunggu keputusan dari Badan Perwakilan Rakyat, yang berkewajiban merundingkan dan menentukan sikapnya terhadap naskah persetujuan itu. Dapat diterima atau tidak. Sementara waktu lagi sidang K.N.I pusat pleno yang merupakan Badan Perwakilan Rakyat segera diadakan, untuk menentukan sikaptnya terhadap naskah persetujuan tersebut. Dalam pada itu tiap-tiap partaipun sama menyelenggarakan pertemuan, untuk menentukan sikapnya terhadap naskah persetujuan Indonesia – Belanda. Sekarang timbul pertanyaan: Apakah kewajiban kita sekalian selama belum ada ketentuan yang nyata dari naskah persetujuan Indonesia – Belanda itu?

Saudara-saudara sekalian !
Perjuangan kita bangsa Indonesia masih akan lama. Perjuangan kita harus terus sampai maksud kemerdekaan Kesatuan Republik Indonesia tercapai. Maka di samping K.N.I Pusat pleno, dan partai-partai seluruhnya akan dan atau sedang membicarakan naskah perjuangan itu, kita sekalian yang turut bertanggungjawab atas keselamatan dan kesejahteraan negara serta Bangsa Indonesia tidak boleh sekali-kali tinggal diam, duduk termenung, hanya memikirkan dan menunggu hasil keputusan K.N.I Pusat. Kita sekalian wajib memperkuat segala usaha lahir dan batin dalam segala lapangan, supaya setiap detik dapat siap-sedia dan cukup kuat menghadapi segala kemungkinan. Jangan sekali-kali hanya memikirkan diterima atau tidaknya naskah persetujuan itu. Marilah kita susun dan kita atur kembali, kita persatukan segala kekuatan yang ada di negara kita. Karena, andaikata naskah persetujuan itu diterima, belum berarti bahwa, perjuangan kita bangsa Indonesia telah selesai. Karena kita masih harus terus berjuang sampai akhirnya kemerdekaan kesatuan Negara Republik Indonesia dapat kita miliki. Sebaliknya, andaikata naskah persetujuan itu ditolak, jelas bagi kita sekalian, kemungkinan apa yang mesti dihadapi dan dipikul oleh Bangsa Indonesia seluruhnya.

Saudara-saudara sekalian!
Dalam meneruskan perjuangan kita yang benar-benar berdasarkan hak dan keadilan itu, kita sekalian harus teguh, awas, hati-hati dan waspada! Karena, sekali lupa, selamanya te­tap kita akan menderita. Kita sekalian harus sadar dan ingat bah­wa, di atas bumi ini masih terdapat golongan imperialis dan ka­pitalis, ialah golongan angkara murka. Usaha untuk mele­nyapkan golongan imperialis dan kapitalis telah dijalankan ber­abad-abad lamanya dengan sekuat tenaga oleh beberapa go­longan bangsa di atas dunia ini. Bahkan, sesudah selesainya Perang Dunia yang kedua. Usaha semacam itu dikuatkan oleh Negara-negara Serikat yang tergabung dalam U.N.O, tetapi ternyata sifat dan tabiat imperialistis dan kapitalistis itu belum dapat di­berantas, belum dapat dilenyapkan dari muka bumi. Sesung­guhnya golongan imperialis dan kapitalis itulah yang membuat ke­kacauan di atas bumi, membuat permusuhan di antara go­longan bangsa satu dengan lainnya. Bahkan, lebih tegas lagi jika di­katakan bahwa, golongan itulah yang menyebabkan pe­perangan di atas dunia. Untuk kepentingan golongannya sen­diri, golongan imperialis dan kapitalis itu tidak takut malu dan tidak takut dosa. Malahan, jika perlu sanggup pula mengor­ban­kan perasaan dan kehormatannya. Kita doakan, mudah-mu­dahan Dewan Keamanan U.N.O (maksudnya Dewan Keamanan PBB – red), yang sedang berusaha mengadakan perdamaian di atas dunia ini, tidak akan membiarkan hidup-tumbuhnya golong­an imperialis dan kapitalis itu. Karena, selama di atas bumi ini masih terdapat golongan imperialis dan kapitalis, maka selama itu pulalah akan timbul kekacauan dan bencana di atas dunia.

Dengan lenyapnya dua macam golongan angkara murka itu, tercapailah adanya Atlantic- Charter yang didengung-dengung­kan keseluruh dunia, ialah tiap-tiap golongan bangsa di atas dunia ini berhak menentukan dan mengatur kedudukan dan nasibnya sendiri-sendiri. Maka bangsa Indonesia seluruhnya wajib menyokong tiap-tiap usaha dari siapa pun juga yang akan melenyapkan imperialis dan kapitalis itu, dari muka bumi ini, su­paya segera terlaksana dunia aman, damai, adil dan makmur. Ba­gi umat Islam usaha semacam itu tidak asing lagi, karena, Tu­han telah memerintahkan supaya orang-orang yang beriman sa­ma berusaha sekuat-kuatnya melenyapkan sifat angkara murka dan barang yang munkar. Maka, eratkan, kuat­­kan dan buktikan persatuan serta perhubungan kita bersama, supaya pertahanan ki­ta seluruhnya dapat kuat dan insya Allah perjuangan kemer­dekaan kita sebulat-bulatnya akan tercapai. Dalam melakukan pertahanan dan perjuangan harus ada satu pimpinan (satu ko­mando) yang nyata. Perjuangan kita akan lama dan pengalaman-pe­ngalaman yang sudah-sudah telah membuktikan bahwa, de­ngan tidak adanya satu komando itu, kita sekalian menderita keru­gian yang tidak sedikit. Seterusnya pertahanan dan per­juang­an kita bangsa Indonesia harus teratur baik dan tidak boleh dilupakan wajib berdasarkan kesucian, kebenaran dan keadilan.

Saudara-saudara sekalian!
Kita bangsa Indonesia seluruhnya sebagai suatu bangsa yang telah memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 harus tetap teguh memegang pendirian dan menetapi sumpah bersama. Insyaf, ingat dan ikutilah semboyan-semboyan dari Kepala Negara kita Boeng Karno, selaku amanat yang di antaranya perlu kami tegaskan, dalam pertemuan taaruf ini: Le­bih Baik Hidup Sebagai Burung Elang Rajawani Di Gu­nung Yang Tandus dan Mencari Sebutir Beras Sen­diri, Tetapi Hidup Bebas dan Merdeka. Amanat semboyan Kepala Negara yang masih hangat sekali, diucapkan dalam salah satu kongres Pemuda yang baru-baru ini terjadi; Lebih Baik Makan Batu, Daripada Dijajah Kembali. Amanat dua buah semboyan inilah yang harus dijadikan bekal perjuangan rakyat dan bangsa Indonesia selama-lamanya. Sebagai muslim, tiap-tiap perintah dari pimpinan yang berdasarkan kebenaran dan keadilan wajib diamalkan sebagaimana mestinya.

Saudara-saudara sekalian!
Sekali lagi kami ulangi, bahwa, perjuangan kita bangsa Indonesia telah sampai pada puncaknya. Sementara beberapa hari lagi tentu kita sekalian akan menerima perintah yang manis atau pahit. Kami percaya dan yakin bahwa, tiap-tiap perintah manis atau pahit yang berdasarkan hak akan diterima oleh segenap umat Islam dengan ucapan “Sami’na wa ato’na”, dan dengan rasa syukur serta gembira.

Saudara-saudara anggota serta keluarga Muhammadiyah seluruhnya!
Amalkan semua keputusan yang telah saudara tentukan ber­sama dan sebagai bekal perjuangan umat Islam seterusnya, kami sampaikan firman Allah dalam Q.s. Taubat ayat 44 dan 45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.” Dan “Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

Saudara pimpinan dan saudara-saudara sekalian yang ter­hormat!
Akhirnya kami serukan: Kuatkan persatuan kita. Pegang te­guh pendirian kita. Berjuang terus di bawah satu komando, me­wujudkan dan mempertahankan kedaulatan serta kemer­dekaan Negara Republik Indonesia, supaya kita dapat syukur dan gembira yang abadi.
Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!
Sekali Diproklamirkan, Tetap Kita Pertahankan!
Wassalam, Merdeka!

Senin, 06 Februari 2012

#7

Mungkin dia telah melupakanmu, dan kamu telah melupakanku.
Jadi kita impas. 
Sama-sama dilupakan.

Sabtu, 04 Februari 2012

Rain and Saturday

Aku yang membenci hujan, dan aku yang benci hari Sabtu.

Memang bagi sebagian orang hujan adalah sebuah nikmat yang diturunkan اَللّهُ SWT. Tidak ada yang salah, memang benar, tetapi aku membencinya! Hujan selalu menghambat aktivitasku. Mereka mengulur waktuku untuk mengerjakan sesuatu dan mereka tidak pernah merasa bersalah.

Hari sabtu, hari terakhir kerja, terakhir sekolah, hari weekend! Setiap orang menunggu-nunggu hari Sabtu. Agar mereka bisa bersantai, atau sekedar ingin me-refreshkan pikirannya. Tapi aku benci hari ini!! Pelajaran setiap hari Sabtu selalu berat, di tambah dengan hujan yang tidak mencoba reda agar aku bisa pulang kerumah tanpa kebasahan.

Hari ini Sabtu, 4 Februari 2012 adalah Maulid Nabi Muhammad SAW. Di mana dalam tanggalan hijriah adalah tanggal lahirnya Rasulullah, 12 Rabiul Awal.
Tapi hari ini sungguh sangat berat untukku, hari yang benar-benar menguji kesabaran dan mental.
Helmku, helm kesayanganku "sempat" hilang tapi sekarang sudah ketemu, setelah banyak yang ngasih informasi kalau helm INK unguku dibawa tememnku, yang sama-sama anak IPS tapi beda kelas.

Alhamdulillah ya اَللّهُ :)
Hari yang benar-benar menyesatkan. Semoga ini hari TERburuk dan TERAKHIR dalam hidupku. Amiiiiin.

Jumat, 03 Februari 2012

#6

Memang benar kita sudah berpisah, dan kau telah membeciku tanpa kutau sebabnya.
Tapi ingatlah! Aku tetap mencintaimu, merindukanmu,
dan aku adalah wanita yang beruntung pernah memiliki dan menjadi perempuanmu.

TRIPLE BLA - Wanita Penggoda

Ini lagu dari band (yang termasuk) indie dari kota pahlawan, SURABAYA :D
Salah satu personilnya itu temenku. Profilnya bisa dilihat disini => TRIPLEBLA. Nah aku mau bantuin posting salah satu lagu mereka nih biar terkenal hehe, judulnya Wanita Penggoda, agak aneh sih, tapi easy listening kok :). Ini lagu asyik banget lho, aliran yang mereka bawa itu Melodic Punk. Bagi yang berminat dengerin lagunya, bisa invite pin BB aku 285DBE3B. Makasih :) yuk cekidot..




Inilah kisah, seorang wanita
tidak pernah mengerti akan artinya cinta
Dia menggoda, setiap pria
dipikirannya hanya dapat tak bermodalkan uang

Dia lakukan, segala cara
untuk dapatkan hati pada seorang pria
Penuh pesona, penuh gairah
tapi dia hanyalah wanita penggoda

Kau hanyalah, wanita yang slalu menggoda pria
Kau hanyalah, wanita yang slalu menggoda pria

Kau hanyalah, wanita yang slalu menggoda pria
Kau hanyalah, wanita yang slalu menggoda pria
Kau hanyalah, wanita yang slalu menggoda pria
Kau hanyalah, wanita yang slalu menggoda pria


 Triple Bla
Wanita Penggoda



Cintai musik karya anak negeri. Cheers!
*maaf bila ada salah lirik

GIVE ME MONA - Determined

Tiba saatnya aku mulai berubah,
ikuti kata hati mulai detik ini
Ungkapan darimu tak berpihak,
pada sebuah komitmen yang telah kita jaga

Semakin bodoh tapi semakin menikmati
Apakah benar cinta tak harus dimiliki
Untuk hari ini, aku tak bisa berkata
Untuk hari esok kita temukan bersama

Setiap hari jalani semua kebodohan ini
Akhiri mimpi buruk yang tak terkendali
Meski masih terasuk di otak inti
Tapi ini pilihan yg sebenarnya kucari

Gelagat darimu akhir tahun itu,
tunjukan dilema untuk akhiri semua
Hanya lewat nada kau sudahi,
untuk sebuah komitmen yang telah kita jaga

Semakin bodoh tapi semakin menikmati
Apakah benar cinta tak harus dimiliki
Untuk hari ini, tak bisa berkata
Untuk hari esok kita temukan bersama

Setiap hari datang keinginan untuk mengakhiri
Akhiri semua kebohongan ini
Meski masih merasuk di otak inti
Tapi ini pilihan yang sebenarnya kucari