Jumat, 07 September 2012

Surat Perdana #1

Rintik hujan kala itu mengajakku menghampirimu, perasaan bahagia, senang, sudah pasti apalagi yang akan kutemui adalah lelakiku, ya kamu. Dengan langkah penuh semangat, ku turunkan kakiku dari mobil penumpang tersebut di atas aspal yang becek terkena air hujan.

Oh ya, ternyata kamu sudah menjemput di tempatku turun. Berbunga-bunga rasanya melihat sosok orang yang sangat ku sayang datang menghampiriku seraya tersenyum. Betapa aku seperti ada di surga dunia.
Kita berdua melangkah menuju kediamanmu. Jalan setapak yang basah itu menjadi saksi bahwa kita pernah bersama, bersatu saling mencinta.

Hawa dingin merasuk, tetapi aku tak dapat merasakan, karena kamu ada di sisiku. Semua tentangmu tergambar jelas di dalam rumah itu. Rumah yang tidak cukup megah namun mampu menampung jutaan kenangan milik anak berusia 19 tahun. 

Larut dalam suasana damai, terasa tubuh ini didekap tubuhmu. Hangat. Jari-jemariku kau isi dengan jari-jemarimu. Pipiku kau kecup lembut. Candamu, alunan gitarmu, seperti masih terdengar jelas disini. Merambah semakin keras dan keras..

Aku rindu itu semua cinta,


Salam manis,