B.J Habibie - Ainun
Kamis, 09 Agustus 2012
..
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka
sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin
aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau
ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta,
sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Rabu, 01 Agustus 2012
Elegi
Hai pembuat ulah.
Si kerempeng yang tak bisa diam.
Yang hanya bisa kusaksikan lewat barisan nada.
Yang hanya kurindukan lewat deretan masa lalu.
Sungguh.
Oh hai, senjaku yang tak beringas.
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau masih mengingatku?
Pemain gitar yang kadang ceroboh.
Sudikah kiranya kau menatap mataku?
Menjabat dan memegang erat tanganku?
Kau hanya sekilas tentang dirimu.
Belum utuhmu, belum segalamu.
Hai alunan emosi.
Sinarmu tempatku berkaca.
Dari untaian doa selalu terselip namamu.
Dari sekian banyak penghantar rindu tak satupun sekeji dirimu.
Si kerempeng yang tak bisa diam.
Yang hanya bisa kusaksikan lewat barisan nada.
Yang hanya kurindukan lewat deretan masa lalu.
Sungguh.
Oh hai, senjaku yang tak beringas.
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau masih mengingatku?
Pemain gitar yang kadang ceroboh.
Sudikah kiranya kau menatap mataku?
Menjabat dan memegang erat tanganku?
Kau hanya sekilas tentang dirimu.
Belum utuhmu, belum segalamu.
Hai alunan emosi.
Sinarmu tempatku berkaca.
Dari untaian doa selalu terselip namamu.
Dari sekian banyak penghantar rindu tak satupun sekeji dirimu.
Langganan:
Komentar (Atom)