Aku tidak tahu harus memulai dari apa dan darimana karena yang
ku tahu saat ini perasaanku sedang bingung, linglung, kacau balau. Entah
apa yang membuat dada ini terasa sesak dan sakit. Karena seperti
diangkat terlalu tinggi, lalu dihempaskan ke bawah.
Yah,
aku kecewa berat. Aku dikecewakan oleh seseorang yang aku rasa bisa
kupercayai selama ini. Yang aku kira dia bisa membawaku kedalam apa itu
'bahagia'.
Aku mungkin bisa kuat, tapi tidak dengan batinku. Dia
menganggap ini sepele seperti halnya, "Oh, besok pasti sakitnya sudah
hilang", atau "ini cuma masalahku sama dia, kamu nggak perlu ikut
campur".
Halooo.... Aku di sini juga punya perasaan.
Selama ini aku berusaha untuk tidak membuatnya kecewa dan menangis
karenaku. Tapi bila aku sudah tidak lagi dibutuhkan dan aku sudah
berhenti disayang lagi, aku bisa apa? Buat apa aku bertahan?
Sayang,
kamu ada tapi seperti tak ada. Aku di sini bagaikan pelengkap, bukan
inti. Banyak rahasia yang kamu simpan yang harusnya aku tahu. Bukankah
selama ini aku memperjuangkanmu agar kita selalu bisa terus bersama,
sayang?
Untukmu, maafkan semua kesalahanku dan semua lara yang pernah kutorehkan padamu.
Cobalah pahami, dan telaah apa yang aku tuliskan di sini.
Sayang....
Bahkan sampai catatan ini selesai dibuat pun, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin aku ungkapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar